IKUTI
TEKAN TOMBOL[KLIK DI SINI UNTUK KONSULTASI] ATAU [HUBUNGI KAMI] UNTUK PENAWARAN KHUSUS
  • 3 tahun yang lalu / Untuk mendapatkan diskon, silahkan wa 081 555 430 626 (wa only)
Berniat Umroh? Ketahui Dahulu Prosesinya

Berniat Umroh? Ketahui Dahulu Prosesinya

Oleh : PT An Namiroh Travelindo - Kategori : Artikel
1
Jun 2021

Umroh menjadi satu di antara ibadah yang dianjurkan bagi umat Islam. Umroh sering juga diistilahkan sebagai ibadah haji kecil, karena nyaris sama.

Perbedaan antara keduanya terletak pada niat dan prosesi wukuf di padang Arafah. Dalam ibadah haji wukuf dilaksanakan tanggal 9 Zulhijah selepas matahari tergelincir sampai Maghrib.

Inti dari ibadah umroh adalah melakukan thawaf dan sai. Rangkaiannyua didahului mengenakan ihram di miqat (tempat) yang telah ditentukan dan diakhiri dengan tahallul (bercukur).

Jika Anda berniat menunaikan ibadah umroh, ada baiknya lebih dahulu mengetahui prosesinya. Berikut adalah prosesi pelaksanaan ibadah umroh.

Berniat Dan Mengenakan Ihram

Mengenakan Ihram

Prosesi ibadah umroh dimulai dengan membaca niat dan memakai pakaian ihram dari miqat yang telah ditentukan.

Miqat umroh biasanya terletak di Masjid Dzulhulaifah, Madinah atau lebih dikenal Abyar ‘Ali. Di sini jemaah melakukan persiapan mulai dari mandi kemudian mengenakan ihram, berwudhu dan menunaikan sholat sunnah ihram 2 rakaat. Setelah itu jemaah membaca niat umroh dan berangkat menuju Masjidil Haram di Mekah.

Menuju Masjidil Haram di Mekah

Selama perjalanan, para jemaah sangat dianjurkan memperbanyak melafalkan talbiyah yang juga dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika melaksanakan umroh dan haji.

Bacaannya : “Labbaik Allahumma Labbaik. Labbaik Laa Syarika Laka Labbaik. Innal Hamda Wan Ni’mata Laka Wal Mulk Laa Syarika Lak“.

Artinya :”Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu“.

Talbiyah terus dilantunkan sepanjang perjalanan sampai hendak memulai thawaf di Masjidil Haram, Mekah.

Melaksanakan Thawaf

Sebelum memasuki Masjidil Haram, jemaah dianjurkan berwudhu. Selain itu, sangat dianjurkan untuk masuk melalui pintu Babus Salam atau Bani Syaibah seperti juga dilakukan oleh Rasulullah SAW saat berhaji dan umroh.

Setelah itu jemaah langsung menuju tempat thawaf (mataf). Thawaf yakni memutari kabah sebanyak tujuh kali.

Thawaf akan dimulai dari garis lurus (area dekat Hajar Aswad) di antara pintu Kabah dan tanda lampu hijau di lantai atas Masjidil Haram. Dalam tiap putaran, jemaah diperkenankan melakukan taqbil (mencium), istilam (mengusap), atau melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad.

Pada putaran pertama sampai ke tiga, jemaah pria dianjurkan berlari kecil dan selebihnya berjalan biasa. Sedangkan jemaah wanita hanya berjalan saat melakukan thawaf.

Baca Juga : Keunikan kota makkah yang jarang di ketahui

Salat 2 Rakaat di Depan Maqom Ibrahim

Maqom Ibrahim bukanlah kuburan dan tidak pula tempat yang terkait dengan kuburan lain. Di tempat inilah Nabi Ibrahim pernah berdiri saat pembangunan Kabah.

Dirikan salat dua rakaat. Pada rakaat pertama dianjurkan membaca surah Al Kafirun dan Surah Al Ikhlas pada rakaat ke dua.

Beristirahat dan Minum Air Zam-Zam

Setelah menyelesaikan tawaf istirahatlah sejenak dan minum air zam-zam. Sebelum minum air zam-zam, jemaah disarankan membaca doa:”Allahumma Inni Asaluka ‘Ilman Nafi’an Wa Risqon Waasi’an Wa Syifaa’an Min Kulli Daa’in Wa Saqomin Bi Romhatika Ya Arhamar Rohimiin

Artinya: “Ya Allah, aku mohon padaMu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rezeki yang luas dan kesembuhan dari segala penyakit“.

Melaksanakan Sai

Sai dilaksanakan sebanyak tujuh kali bolak-balik dari Safa ke Warwah. Dari Safa ke Marwah dihitung satu kali perjalanan. Selanjutnya kembali lagi ke Safa dihitung dua kali perjalanan dan seterusnya.

Sai dilakukan dengan berjalan. Tapi saat berada di batas antara 2 lampu hijau, dilakukan secara berlari kecil.

Sai merupakan penghargaan Allah SWT kepada istri Nabi Ibrahim, Siti Hajar saat mencari air untuk minum putranya yaitu Nabi Ismail.

Melakukan Tahallul

Tahalul

Rangkaian terakhir ibadah umroh adalah Tahallul. Prosesi ini ditandai dengan mencukur rambut.

Bagi jemaah pria disarankan mencukur rambut sampai plontos, tapi apabila tidak sampai plontos juga tidak mengapa. Sedangkan untuk jemaah wanita hanya dicukur ala kadarnya.

Tahallul ditujukan untuk menyempurnakan sunnah dalam seluruh rangkaian ibadah umroh.

Seperti itulah ulasan singkat mengenai pelaksanaan ibadah umroh. Travel umroh murah, An Namiroh Travelindo siap memfasilitasi untuk mewujudkan niat Anda beribadah di tanah suci.

Dapatkan layanan dan penawaran terbaik Umroh Surabaya, Umroh Mojokerto, Umroh Plus, dan Umroh Turki melalui sambungan telepon dan whatsapp di nomor 0812-3184-1090 atau 0858-5587-3076 atau 0852-3007-0042.

0 Komentar