Kerinduan untuk mengunjungi Baitullah dan beribadah di Tanah Suci merupakan impian banyak umat Islam. Haji dan umrah bukan sekadar perjalanan menuju Makkah, tetapi juga menjadi kesempatan bagi seorang Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ, memperbanyak ibadah, dan memperbaiki diri.
Antusiasme masyarakat Indonesia untuk menunaikan haji dan umrah juga sangat besar. Banyak orang rela menabung dalam waktu yang panjang demi dapat memenuhi panggilan ke Tanah Suci.
Namun, perjalanan haji dan umrah sebaiknya tidak hanya dipersiapkan dari sisi biaya, pakaian, dan perjalanan. Ilmu, niat, kesiapan fisik, serta pemahaman terhadap tata cara ibadah juga menjadi bagian penting dari persiapan.
Lantas, apa saja keutamaan haji dan umrah dalam Islam? Apa dalilnya dan bagaimana seorang Muslim sebaiknya mempersiapkan diri?
Apa Itu Haji dan Umrah?
Sebelum membahas keutamaannya, penting untuk memahami pengertian haji dan umrah terlebih dahulu.
Pengertian Haji
Secara bahasa, haji bermakna menyengaja atau menuju sesuatu yang diagungkan.
Dalam istilah syariat, haji merupakan ibadah dengan mengunjungi Baitullah untuk melaksanakan rangkaian manasik tertentu pada waktu yang telah ditentukan, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Rangkaian ibadah haji antara lain mencakup ihram, wukuf di Arafah, thawaf, sa’i, serta amalan-amalan lainnya sesuai jenis haji yang dilaksanakan.
Haji memiliki waktu pelaksanaan yang telah ditentukan dan merupakan salah satu dari lima rukun Islam.
Pengertian Umrah
Umrah adalah ibadah dengan mengunjungi Baitullah untuk melaksanakan rangkaian ibadah tertentu, yaitu ihram, thawaf, sa’i, dan tahallul.
Berbeda dengan haji, umrah dapat dilaksanakan di luar waktu pelaksanaan haji.
Meskipun rangkaian ibadahnya berbeda, keduanya sama-sama merupakan bentuk pengabdian seorang Muslim kepada Allah ﷻ.
Dalil tentang Haji dan Umrah
Al-Qur’an menjelaskan kewajiban haji bagi orang yang memiliki kemampuan untuk melaksanakannya.
Allah ﷻ berfirman:
“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.”
QS. Ali Imran: 97
Allah ﷻ juga berfirman:
“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.”
QS. Al-Baqarah: 196
Ayat-ayat tersebut menunjukkan kedudukan penting haji dan umrah dalam syariat Islam.
Keutamaan Haji dan Umrah dalam Islam
Ada sejumlah keutamaan haji dan umrah yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad ﷺ.
1. Haji Merupakan Salah Satu Rukun Islam
Haji memiliki kedudukan yang sangat penting karena termasuk dalam lima rukun Islam.
Namun, kewajiban tersebut berlaku bagi Muslim yang telah memenuhi syarat kemampuan atau istitha’ah, baik dari sisi kemampuan fisik, finansial, maupun kondisi yang memungkinkan untuk melakukan perjalanan.
Karena itu, persiapan haji bukan hanya tentang mengumpulkan biaya, tetapi juga memastikan seseorang memahami kewajiban dan tata cara pelaksanaannya.
2. Umrah Menjadi Penghapus Dosa di Antara Dua Umrah
Salah satu hadits yang menjelaskan keutamaan umrah diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Antara umrah yang satu dan umrah lainnya adalah penghapus dosa di antara keduanya, dan haji mabrur tidak ada balasan baginya selain surga.”
HR. Bukhari dan Muslim
Hadits ini menunjukkan besarnya keutamaan ibadah umrah sekaligus keutamaan haji yang dilakukan dengan baik dan diterima oleh Allah ﷻ.
3. Haji Mabrur Mendapat Balasan Surga
Haji mabrur merupakan salah satu bentuk keutamaan yang sangat diharapkan oleh setiap jamaah.
Dalam hadits yang sama, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa haji mabrur tidak memiliki balasan selain surga.
Karena itu, seorang jamaah hendaknya tidak hanya mengejar keberangkatan ke Tanah Suci, tetapi juga berusaha menjaga niat, ucapan, dan perilakunya selama melaksanakan ibadah.
4. Haji Menjadi Kesempatan untuk Kembali dalam Keadaan Diampuni
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa berhaji karena Allah, lalu ia tidak berkata keji dan tidak berbuat fasik, niscaya ia kembali seperti ketika dilahirkan oleh ibunya.”
HR. Bukhari
Hadits tersebut menggambarkan besarnya kesempatan yang diberikan kepada seorang Muslim melalui ibadah haji.
Karena itu, jamaah perlu menjaga perkataan dan perbuatan selama berada di Tanah Suci serta berusaha menjalankan seluruh rangkaian manasik sesuai tuntunan.
5. Haji dan Umrah Merupakan Ibadah yang Membutuhkan Kesungguhan
Haji dan umrah membutuhkan kesiapan fisik, mental, harta, dan ilmu.
Jamaah akan melakukan berbagai aktivitas seperti thawaf, sa’i, perjalanan menuju tempat-tempat tertentu, serta rangkaian ibadah lainnya.
Karena itu, mempersiapkan kondisi tubuh sebelum keberangkatan merupakan bagian penting dari persiapan haji dan umrah.
Hukum Haji dan Umrah
Hukum Haji
Para ulama sepakat bahwa haji merupakan kewajiban bagi seorang Muslim yang memenuhi syarat kemampuan dan dilaksanakan sekali seumur hidup.
Dasarnya antara lain adalah firman Allah ﷻ dalam QS. Ali Imran ayat 97 yang memerintahkan haji bagi orang yang mampu melakukan perjalanan ke Baitullah.
Hukum Umrah
Dalam persoalan hukum umrah, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama.
Sebagian ulama, di antaranya ulama dari mazhab Syafi’i dan Hanbali, berpendapat bahwa umrah wajib sekali seumur hidup bagi orang yang mampu.
Sementara itu, mazhab Hanafi dan Maliki memiliki rincian pendapat yang berbeda mengenai kedudukan hukumnya.
Perbedaan pendapat tersebut merupakan bagian dari khazanah fikih Islam. Karena itu, seorang Muslim sebaiknya mengikuti pendapat ulama atau lembaga keagamaan yang menjadi rujukannya dan tidak menjadikan perbedaan fikih sebagai alasan untuk saling menyalahkan.
Persiapan Sebelum Menunaikan Haji dan Umrah
Memahami keutamaan haji dan umrah sebaiknya diikuti dengan persiapan yang matang.
Berikut beberapa hal yang dapat dipersiapkan.
1. Luruskan Niat
Perjalanan ke Tanah Suci hendaknya diniatkan untuk beribadah kepada Allah ﷻ.
Jangan sampai perjalanan ibadah justru lebih banyak diisi dengan keinginan mendapatkan pengakuan, status sosial, atau perhatian dari orang lain.
Niat yang baik akan membantu jamaah menjaga fokus selama menjalankan ibadah.
2. Pelajari Manasik
Jangan menunggu sampai tiba di Tanah Suci untuk mempelajari tata cara haji dan umrah.
Pelajari sejak sebelum keberangkatan, termasuk:
- Tata cara ihram
- Larangan ihram
- Tata cara thawaf
- Tata cara sa’i
- Tahallul
- Waktu dan tempat pelaksanaan manasik
- Doa dan dzikir yang dianjurkan
- Hal-hal yang perlu dilakukan ketika menghadapi kondisi tertentu
Mengikuti bimbingan manasik dari pembimbing yang kompeten juga dapat membantu jamaah lebih memahami proses ibadah.
3. Persiapkan Kondisi Fisik
Haji dan umrah melibatkan aktivitas fisik yang cukup banyak.
Biasakan berjalan kaki dan menjaga kebugaran sebelum keberangkatan. Namun, kondisi setiap jamaah berbeda sehingga latihan fisik sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan persiapan perjalanan dengan tenaga kesehatan.
4. Persiapkan Finansial
Biaya perjalanan bukan satu-satunya hal yang perlu diperhitungkan.
Jamaah juga sebaiknya mempersiapkan dana untuk kebutuhan pribadi, transportasi tambahan jika diperlukan, obat-obatan, serta kebutuhan lainnya selama perjalanan.
Yang tidak kalah penting, pastikan sumber dana yang digunakan sesuai dengan kemampuan dan ketentuan syariat.
5. Persiapkan Dokumen Perjalanan
Dokumen merupakan bagian penting dari persiapan haji dan umrah.
Pastikan dokumen yang diperlukan telah dipersiapkan sesuai ketentuan perjalanan dan arahan dari penyelenggara perjalanan.
Simpan dokumen penting di tempat yang aman dan mudah dijangkau.
Hal yang Perlu Dijaga Selama di Tanah Suci
Setelah memahami keutamaan haji dan umrah, jamaah juga perlu menjaga sikap selama menjalankan ibadah.
Hindari Pertengkaran dan Perdebatan
Perjalanan ibadah dapat mempertemukan jamaah dengan orang-orang dari berbagai latar belakang.
Perbedaan kebiasaan, antrean, kondisi yang padat, atau kelelahan terkadang dapat memicu emosi.
Sebisa mungkin, jaga ucapan dan hindari pertengkaran.
Jangan Berlebihan dalam Membuat Konten
Mengabadikan perjalanan di Tanah Suci dapat menjadi kenangan bagi keluarga.
Namun, jangan sampai aktivitas mengambil foto atau membuat konten mengganggu kekhusyukan ibadah.
Prioritaskan ibadah dan manfaatkan media sosial secara bijak.
Jaga Kesabaran
Kondisi di Tanah Suci terkadang tidak selalu sesuai dengan apa yang dibayangkan.
Jamaah mungkin menghadapi cuaca yang berbeda, kepadatan, perjalanan yang panjang, atau rasa lelah.
Kesabaran menjadi salah satu sikap penting agar perjalanan ibadah tetap berjalan dengan baik.
Keutamaan haji dan umrah menunjukkan betapa mulianya dua ibadah tersebut dalam Islam. Haji merupakan salah satu rukun Islam dan wajib bagi Muslim yang memenuhi kemampuan. Sementara itu, umrah juga memiliki berbagai keutamaan yang dijelaskan dalam hadits Rasulullah ﷺ.
Namun, perjalanan ke Tanah Suci bukan hanya tentang keberangkatan. Jamaah juga perlu mempersiapkan niat, ilmu, fisik, finansial, dan dokumen perjalanan agar ibadah dapat dilaksanakan dengan lebih baik.
Semoga Allah ﷻ memberikan kemampuan kepada setiap Muslim yang memiliki kerinduan untuk mengunjungi Baitullah, memberikan kemudahan dalam setiap persiapannya, serta menerima ibadah haji dan umrah yang dilaksanakan.
Allahumma aamiin.